Pengalihan merek perlu dicatat ketika bisnis berpindah kepemilikan
Edukasi merek dan HAKI.

KEPEMILIKAN & TRANSAKSI

Pengalihan Hak Merek dalam Transaksi Bisnis

Penjualan usaha, restrukturisasi, merger, dan suksesi dapat mengubah siapa yang seharusnya memegang hak atas merek.

Dalam transaksi bisnis, orang sering berkata bahwa “brand ikut dijual”. Kalimat itu perlu diterjemahkan ke dokumen yang lebih tegas: merek mana, nomor berapa, kelas apa, siapa pemilik saat ini, dan kepada siapa hak akan dialihkan.

Merek tidak otomatis mengikuti semua transaksi

Pembelian saham, pembelian aset, merger, dan pembelian unit usaha memiliki struktur yang berbeda. Dalam pembelian saham, badan hukum pemilik mungkin tetap sama. Dalam pembelian aset, hak merek mungkin perlu dipindahkan secara khusus.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan nama merek yang disebut dalam presentasi atau proposal. Cocokkan dengan data resmi dan ruang lingkup transaksi.

Mulai dari due diligence

Periksa status permohonan atau pendaftaran, nama pemilik, kelas, masa perlindungan, sengketa, lisensi yang masih berjalan, jaminan, dan penggunaan oleh afiliasi. Temukan pula logo lama, sub-brand, domain, serta akun digital yang berhubungan.

Due diligence menghindari situasi ketika pembeli membayar reputasi sebuah brand, tetapi kemudian mengetahui bahwa sertifikatnya berada pada orang atau entitas lain.

Dokumen harus menjawab apa yang berpindah

Dasar pengalihan dapat muncul dari perjanjian, pewarisan, hibah, wasiat, atau sebab lain yang diakui. Setiap dasar memerlukan bukti yang sesuai. Dalam transaksi komersial, dokumen juga perlu mengatur harga, jaminan penjual, tanggal efektif, tanggung jawab sebelum pengalihan, dan bantuan pascatransaksi.

Jika hanya sebagian portofolio yang berpindah, buat lampiran rinci agar tidak terjadi perbedaan tafsir.

Selesaikan pencatatan dan perpindahan operasional

Pengalihan tidak berhenti pada tanda tangan. Lakukan pencatatan sesuai prosedur DJKI dan rapikan penggunaan operasional: kemasan, kontrak, akun marketplace, domain, materi promosi, serta pemberitahuan kepada mitra.

Transisi yang rapi menjaga agar pelanggan tetap melihat kesinambungan, sementara catatan kepemilikan menjelaskan siapa yang berwenang mengambil keputusan.

Dalam transaksi merek, nilai komersial dan bukti kepemilikan harus bertemu pada daftar aset yang sama.

Langkah praktis untuk brand owner

  • Inventarisasi seluruh merek dan turunannya.
  • Cocokkan nomor, kelas, status, dan pemilik.
  • Periksa lisensi serta sengketa yang berjalan.
  • Susun dokumen pengalihan dan lampiran aset.
  • Catat perubahan dan pindahkan kendali operasional.

Prioritas dan dokumen yang diperlukan dapat berbeda pada setiap merek. Gunakan daftar ini untuk menyiapkan diskusi, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atas kondisi konkret.

Kesimpulan

Penjualan usaha, restrukturisasi, merger, dan suksesi dapat mengubah siapa yang seharusnya memegang hak atas merek.

Keputusan yang baik menghubungkan status hukum, penggunaan di pasar, nilai komersial, dan rencana pertumbuhan. Jika ada tenggat atau perubahan penting, lakukan peninjauan lebih awal agar pilihan perusahaan tetap terbuka.

Referensi resmi

Referensi digunakan sebagai dasar informasi umum. Penerapan pada kasus tertentu perlu disesuaikan dengan fakta dan perkembangan peraturan.

KONSULTASI MEREK

Ingin memahami kondisi dan potensi risiko merek Anda?

Nusantara Patent terbuka untuk membantu melakukan pengecekan dan diskusi awal.

Flyer Talkshow dan Workshop Melindungi Brand, Meningkatkan Nilai Bisnis
Cek Merek Gratis