STUDI KASUS MEREK
MS Glow dan PS Glow: Pelajaran dari Proses Sengketa
Hasil pada tingkat pertama dan kasasi dapat berbeda; membaca amar akhir sama pentingnya dengan membaca berita awal.
Sengketa merek sering diberitakan ketika putusan pertama keluar. Padahal proses hukum dapat berlanjut dan menghasilkan amar yang berbeda. Perkara MS Glow dan PS Glow memberi contoh yang mudah dipahami brand owner.
Putusan pertama bukan selalu akhir
Pada tingkat Pengadilan Niaga Surabaya, majelis mengabulkan sebagian gugatan pihak PS Glow. Putusan itu antara lain membahas hak eksklusif, persamaan pada pokoknya, penghentian penggunaan, dan ganti rugi. Angka ganti rugi yang besar membuat perkara ini cepat menarik perhatian publik.
Namun informasi tersebut tidak boleh dibaca terpisah dari tahap berikutnya. Para pihak menggunakan upaya hukum yang tersedia sehingga status perkara berubah.
Apa yang terjadi pada tingkat kasasi?
Dalam Putusan Nomor 161 K/Pdt.Sus-HKI/2023, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi pihak MS Glow, membatalkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya, lalu menyatakan gugatan konvensi dan rekonvensi tidak dapat diterima.
Pelajarannya bukan menentukan merek mana yang lebih baik. Pelajarannya adalah membedakan putusan yang mengabulkan, menolak, dan menyatakan gugatan tidak dapat diterima. Ketiganya memiliki arti prosedural yang berbeda.
Risiko komunikasi ketika perkara belum final
Brand owner perlu berhati-hati mengutip berita sengketa sebagai kepastian hukum. Tim komunikasi sebaiknya memeriksa nomor perkara, tanggal putusan, tingkat pemeriksaan, amar, dan apakah masih ada upaya hukum. Judul berita sering tidak memuat seluruh konteks.
Kehati-hatian juga menjaga hubungan dengan pelanggan dan mitra. Komunikasi faktual lebih aman daripada membuat penilaian tentang motif atau reputasi pihak lain.
Pelajaran untuk pengelolaan portofolio merek
Sebelum peluncuran, periksa kemiripan nama, bunyi, tampilan, dan hubungan barang atau jasa. Setelah mendaftar, pantau permohonan baru dan siapkan bukti penggunaan. Bila perselisihan muncul, satukan tim legal, pemasaran, dan manajemen agar langkah hukum sejalan dengan kebutuhan bisnis.
Brand Expert membantu membaca posisi merek secara utuh: bukan hanya sertifikat, tetapi juga kronologi, pemakaian, kelas, jalur distribusi, dan kemungkinan solusi komersial.
Kasus merek paling bermanfaat ketika dibaca sebagai bahan memperbaiki keputusan bisnis, bukan sebagai alasan menilai reputasi pihak yang berperkara.
Checklist untuk brand owner
- Periksa nama, bunyi, tampilan, pemilik, kelas, dan status merek sebelum peluncuran.
- Simpan kronologi pembuatan, pendaftaran, penggunaan, promosi, dan kerja sama.
- Periksa tingkat putusan dan amar terbaru sebelum mengutip sebuah perkara.
- Hindari komentar yang menilai motif, kualitas produk, atau reputasi pihak.
- Libatkan Brand Expert dan Konsultan Kekayaan Intelektual terdaftar ketika risikonya material.
Jika membutuhkan informasi atau konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi tim kami di 0878-6780-0900.
Catatan editorial
Artikel ini menyederhanakan rangkaian putusan untuk edukasi bisnis. Penyebutan para pihak tidak dimaksudkan untuk menilai reputasi, kualitas produk, atau menyalahkan pihak tertentu. Untuk analisis hukum, baca salinan putusan lengkap dan periksa status terbaru.
Referensi resmi
Referensi diakses untuk menyusun informasi umum. Status perkara, pendaftaran, dan peraturan dapat berubah; lakukan pemeriksaan terbaru sebelum mengambil keputusan.
